Voice from Heaven

December 13, 2010

KITA HARUS DEWASA

TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
(Mazmur 118: 18)

Hari ini firman yang menguatkan kita terambil dari Mazmur 118:18.

Adakah kita terkadang atau mungkin sering sekali mengeluhkan mengenai kondisi keadaan kita yang sepertinya terasa pahit dan menyakitkan. Sehingga kita berpikir seolah-olah Tuhan berdiam diri di atas Tahtanya yang kudus dan tidak segera bertindak.

Tahukah kita mengenai kedewasaan iman?
Ya…, kedewasaan iman itulah yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita bila kita dalam kondisi menghadapi masalah berat. Tuhan tidak ingin melihat kita sebagai pribadi yang cengeng dan terlihat lemah dihadapan Iblis, yang adalah musuh kita.

Seorang prajurit agar bisa menjadi tangguh dalam medan perang, haruslah melewati masa-masa tes yang berat, hingga akhirnya dia dinyatakan lulus dan layak disebut sebagai prajurit. Dan siap untuk diutus dalam medan perang.

Daud setelah melewati masa kesukarannya telah menyadari, bahwa Tuhan ketika berdiam diri saat dia sedang terpuruk, telah menjadikannya dewasa dalam iman. Sehingga dia menuliskan kesaksian ini bagi kita yang membacanya. Ketika Tuhan berdiam, bukan berarti Tuhan tidak menyertai kondisi Daud waktu itu. Tuhan tetap menjagai dia dan menyertai dia. Namun Tuhan tidak segera menangani masalah Daud, karena Dia sedang memproses Daud menjadi lebih dewasa.

Adakah kita tetap ingin menjadi pribadi yang ditertawakan Iblis?
Atau kita mau menjadi dewasa dalam perencanaan Tuhan?

Oleh sebab itu. Marilah kita belajar memahami akan kehendak Tuhan. Dimana Tuhan selalu mengharapkan anak-anak-Nya tangguh dan dewasa dalam iman.

Marilah kita belajar untuk memandang Tuhan dan tidak terfokus pada kondisi kita. Boleh memohon kekuatan dan pertolongan dari Tuhan. Namun bila Tuhan belum mengerjakan keajaiban bagi kita, INGATLAH!!! Bahwa Tuhan sedang melatih kedewasaan iman bagi kita.

Berhenti mengeluh!
Belajar mengucap syukur.
Sebab demikianlah saya belajar di dalam Tuhan.

Kekuatan kita ada di dalam Tuhan.
Berserulah kepada-Nya.

Tuhan Yesus meneguhkan dan menguatkan kita semua.

READ MORE >> KITA HARUS DEWASA

November 12, 2010

KETIKA TUHAN TIDAK DAPAT DIMENGERTI

KETIKA TUHAN TIDAK DAPAT DIMENGERTI

Fakta hidup manusia
1. Ingin selalu menjadi manusia yang berada dalam posisi aman/enak
2. Maunya menjalani hidup sesuai kehendak sendiri (tanpa harus memikirkan Tuhan)
3.Selalu merasa kurang puas

Bagaimana bila ternyata manusia memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Namun Tuhan justru menghajar dia dengan berbagai macam kondisi yang sulit?

Mungkin kesaL, marah, muak dengan keadaan, dsb.

Mari kita melihat pribdai Daud!!

MAZMUR 118: 5-9
5) Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.

6) TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

7) TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.

8) Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.

9) Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Sejarah dalam Alkitab mencatat bahwa Tuhan mendidik Daud dengan keras. Sebelum Daud dinobatkan menjadi raja atas Israel. Dalam satu pergumulan Daud juga tidak habis piker kenapa Tuhan harus membiarkannya hidup dalam bahaya (waktu Saul memburunya). Bisa saja Daud berkata kepada Tuhan, bahwa dia tidak menginginkan jabatan sebagai raja dan Tuhan sendirilah yang memilihnya. Namun, mengapa justru Tuhan membiarkannya menderita. Harus lari, sembunyi, dihinati, dan banyak keluhan-keluhan lainnya.

Paulus sebagai seorang rasul Tuhan yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa dan mampu menyembuhkan orang sakit, mengusir setan dalam tubuh manusia dan tekun melayani Tuhan mengatakan bahwa Tuhan tidak mengabulkan permohonannya, saat Paulus meminta kepada Tuhan agar Tuhan mengangkat masalah duri dalam dagingnya. Paulus secara manusia bisa saja kecewa dan lemah iman. Dia bisa dipakai Tuhan menolong yang lain. Namun dirinya sendiri dia tidak bisa menyembuhkan atau menyelesaikan masalah kondisi tubuhnya.

TUHAN BENAR2 TIDAK DAPAT DIMENGERTI OLEH PIKIRAN ATAU AKAL MANUSIA.
NAMUN BILA KITA CERMATI, DAUD DAN PAULUS AKHIRNYA MENGETAHUI MAKSUD DAN TUJUAN TUHAN YANG BAIK BAGI MEREKA ATAS KONDISI2 SULIT TERSEBUT.

Mari kita lihat apa yang dikatakan Daud setelah dia sadar maksud Tuhan atas setiap masalah dalam hidupnya.

KETIKA TUHAN TIDAK DAPAT DIMENGERTI. APAKAH YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Saya rasa kita marah pun nggak ada gunanya. Kita diam juga sama saja. Lalu apa yang harus kita lakukan?

1. Tetap berseru kepada Tuhan (5)
# Ada jawaban disetiap doa/seruan kepada Tuhan
# Ada kelegaan pada waktunya TUhan memberikan kelegaan tersebut.

2. Tetap percaya bahwa Tuhan selalu ada dipihak kita (6)
# Siapakah yang dapat menerima kita selama 24 jam penuh tanpa syarat yang macam2?
# Siapakah yang selalu siap menemani kita setiap saat ketika kita dalam kesesakan?

Daud berkata, “apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”
Artinya, Tuhan selalu siap bersama-sama dengan Daud dan Tuhan sajalah yang akan mengangkat Daud dari segala keterpurukan.
Tuhan yang kita sembah berbeda dengan semua yang ada. Kita bisa saja ditolak oleh sekitar kita. Namun Allah dalam Yesus selalu siap menopang kita. Itu sebabnya, bila kita berjalan dengan Tuhan, maka Tuhanlah yang selalu membela dan emngangkat kita dari keterpurukan. Hanya saja, hendaknya kita tetap percaya bahwa Tuhan selalu ada dipihak kita.

Percayalah bahwa Tuhan selalu ada bersama kita dan Dia tidak akan mempermalukan kita. Daud dalam ayat ke 7 berkata tegas, bahwa dia akan memandang rendah musuh2nya yang membenci dirinya. Karena apa? Karena Tuhanlah yang dia jadikan sebagai perlindungannya. Dia percaya bahwa Tuhan ada dipihaknya.

3. Selalu berlindung pada kuasa Tuhan (8 dan 9)

Daud pernah percaya kepada orang-orang terdekatnya namun dia dihianati. Dia juga pernah mengharapkan orang-orang kerajaan dapat menolongnya ketika dalam kejaran Saul. Namun semuanya juga sia-sia. Hingga akhirnya Daud menyimpulkan, bahwa berlindung kepada Tuhan adalah satu-satu jalan terbaik.

Adakah kita disini yang pernah dikecewakan, difitnah, dihianati, bahkan mengalami keadaan yang sulit dan orang terdekat kita tidak dapat menolong kita?

Kembalilah kepada kebenaran, bahwa hanya pada Tuhan Yesus sajalah kita mendapatkan semua pertolongan. Dan kepada Tuhan Yesus saja kita hendaknya berlindung.

Saya dan saudara memiliki pergumulan yang berbeda-beda. Apakah yang harus kita lakukan ketika kita tidak memahami maksud dan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita?

Tetaplah berseru kepada Tuhan. Karena Dia punya waktu dan ketepatan janji.
Tetaplah percaya bahwa Tuhan selalu ada dipihak kita. Dia disebut Immanuel.
Tetaplah berlindung kepada Tuhan. Karena Dia tempat perlindungan yang tepat.


KETIKA TUHAN TIDAK DAPAT DIMENGERTI. KETIGA HAL DIATAS AKAN MENGUATKAN KITA.


Tuhan Yesus menjagai kita semua.,
READ MORE >> KETIKA TUHAN TIDAK DAPAT DIMENGERTI

September 25, 2010

KENAPA MELUPAKAN TUHAN??? MATIUS 28: 18 DAN 20B.

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
20 ... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Shallom sahabat2 RSU.
Senang saya sudah mulai bisa menuliskan renungan kembali untuk kita semua.

Tema renungan kita hari ini sangat sederhana saja. Berkaitan dengan kehidupan kita dan tidak jauh-jauh dengan kenyataan dimana kita sering merasa jauh, tinggalkan atau bahkan tidak diperhatikan Tuhan. Ketika sedang bingung menghadapi masalah hidup yang BELUM kunjung selesai.

Ketika para murid berada diujung perpisahan dengan Tuhan Yesus. Tuhan memberikan penghiburan bahwa "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Ini adalah satu bentuk penguatan dan penghiburan. Dimana para murid akan mengalami rasa kehilangan sosok/figur pemimpin dan pribadi terdekat mereka. Dan Tuhan Yesus juga paham kalau para murid akan mengalami rasa gentar juga pada saat memulai pelayanan pertama mereka tanpa Yesus (Ingatkah kisah sebelum para murid kepenuhan Roh Kudus?).

Rasa gentar/takut akan menjadi masalah besar bagi para murid. Karena bila mereka dipengaruhi oleh rasa takut, maka mental mereka akan menjadi kerdil dalam pelayanan. Itu sebabnya Tuhan Yesus berkata dengan satu bentuk penguatan, bahwa segala kuasa di bumi dan di Sorga telah menjadi hak/milik Tuhan Yesus secara penuh. JADI PARA MURID TIDAK PERLU TAKUT.

Kemudian dalam ayat 20b Tuhan Yesus juga menegaskan demikian,
"... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Apa yang dikatakan Tuhan Yesus ini memang sangat menghiburkan para hati para murid. Karena para murid pada waktu itu telah menerima Yesus sebagai Tuhan yang bisa melakukan segala perkara. Para murid paham bahwa Yesus walau tidak ada bersama dengan mereka secara jasmani, kehadiran-Nya pasti selalu dirasakan mereka dalam kondisi apapun.

Nah...,
yang menjadi renungan kita sekarang adalah;
Masihkah kita percaya bahwa firman yang diucapkan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid waktu itu masih sangat relevan/berlaku bagi kita di masa sekarang ini?

Bila memang hati kita masih sangat menerima kebenaran ini. Maka, HENDAKLAH dalam masalah kita yang mungkin sangat menekan. Kita tidak lupa, bahwa semua kuasa di bumi di sorga adalah di tangan Tuhan Yesus. Dan janganlah kita mengulang kembali sikap-sikap yang salah dengan berkata Tuhan meninggalkan saya, menjauhi saya, tidak sayang pada saya, dsb...

1 yang mesti kita renungkan dan kita pegang dalam kemuliaan Tuhan adalah;
Dia memiliki semua kuasa di bumi (alam semesta ini) dan di surga. Serta kehadiran-Nya selalu ada bagi kita. Karena Tuhan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman.

INGAT...
FIRMAN TUHAN BERKATA "KETAHUILAH...?
Jadi hendaknya kita memang benar2 mengetahui janji penyertaan-Nya tersebut.

Tuhan menyayangi kita dan salam untuk semua sahabat2 RSU dan keluarga.
READ MORE >> KENAPA MELUPAKAN TUHAN??? MATIUS 28: 18 DAN 20B.

September 22, 2010

PEMBAHARUAN HIDUP ITU PENTING (MAZMUR 51: 10)

"Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!"

Kembali saya hadir bersama dengan semangat sahabat RSU semua dalam renungan yang dapat menguatkan dan meneguhkan hati kita.

Seberapa seringkah kita merenungkan kasih Tuhan atas hidup kita?
Sejauh mana kita mengenal akan kelemahan-kelemahan kita?
Seberapa seringkah kita datang dan memohon pembaharuan hidup kepada Tuhan kita atas semua pelanggaran2 yang kita lakukan pada-Nya?

Daud dalam bacaan ayat di atas telah memberikan satu contoh kepada kita, bahwa pengakuan bersalah kita kepada Tuhan sangat penting. Dan juga ungkapan hati kita untuk meminta kepada Tuhan akan pentahiran hati (hidup kita) sangat berpengaruh pada hubungan kita dengan Tuhan. Sebab apa? Dosa/kesalahan yang kita simpan di hadapan Tuhan tidaklah diperkenan oleh Tuhan. Oleh sebab itu, mari kita belajar untuk lapang dada mengakui kesalahan kepada Tuhan dan memohon agar Tuhan menyucikan hati kita setiap hari.

Bukan hanya sekedar meminta agar Tuhan menyucikan hati kita dari kecemaran dosa. Hendalah kita juga meminta kepada Alah, agar Dia memberikan kekuatan baru dalam kekuatan roh yang teguh. Percayalah, bahwa Tuhan mampu memperharui hidup dalam kasih-Nya dan percayalah, bahwa dalam ketidak mampuan kita mengubah hidup kita untuk menjadi lebih baik, Tuhan sanggup melakukannya dalam kebesaran kasih-Nya pada kita. Asalkan kita bersedia untuk dibaharui dalam kasih kemurahan Tuhan.

Jangan putus asa karena tertuduh oleh dosa.
Karena selalu ada pengampunan dan pebaharuan bagi mereka yang memohonkannya kepada Tuhan kita Yesus Kristus.

Tuhan Yesus menyertai kita semua, amin.
READ MORE >> PEMBAHARUAN HIDUP ITU PENTING (MAZMUR 51: 10)

September 19, 2010

MANUSIA Vs TUHAN

Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. (Mazmur 146: 3)

Pernahkah kita memikirkan himbauan dalam ayat ini dimana kita dilarang untuk percaya kepada orang2 pembesar/mapan, dsb? Mungkin jwaban dari versi saya karena ternyata penulis ayat ini sering menemukan/melihat banyaknya manusia yang mengandalakn manusia yang berpangkat, berkuasa, dsb. Karena sulit temukan jalan keluar maka mengandalkan manusia yang didalam pikirannya mengatakan bahwa pada orang tersebut ada solusi. Walau tak jarang tindakan ini mengecewakan.

Mari kita renungkan ungkapan Daud dalam Mazmur 118: 8 dan 9
(8)Lebih baik berlindung kepada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
(9)Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

Dalam Mazmur 146: 3 para bangsawan dan manusia dibandingkan dengan TUHAN oleh penulis kitab Mazmur. Dikatakan bahwa berlindung kepada TUHAN itu lebih baik dari pada mempercayai para bangsawan dan manusia.

Lalu, apakah kita tidak boleh berentuhan dengan mereka? BUKAN....
Maksudnya adalah TUHAN itu bersifat kekal dan selalu benar dalam janji-Nya. Tetapi bagaimana dengan para bangsawan dan manusia2 yang memiliki posisi yang kuat/baik yang dipercaya mampu melakukan satu perubahan/pertolongan ketika dalam keadaa teresak?

Mazmur 146: 4 menjelaskan demikian;
Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah;
pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.

PERTANYAANNYA:

1. MASIH DITEMUKAN BAHWA MANUSIA MENGANDALKAN MANUSIA
DIMANAKAH POSISI KITA?
2. KEHENDAK TUHAN KEKAL, KEKUASAAN TUHAN KEKAL, JANJI TUHAN
KEKAL SEDANGKAN MANUSIA HANYA SEBATAS NAFAS. DIMANAKAH
KITA AKAN SERAHKAN SEGALA BEBAN, MASA DEPAN DAN KEADAAN
KITA SELAMA DI BUMI?

MASIH BANYAK YANG PERLU DIRENUNGKAN. TERUS RENUNGKAN DAN MARILAH MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN YANG ADA DALAM HATI DI HADAPAN TUHAN.
TUHAN YESUS MENYERTAI KITA, AMIN.

READ MORE >> MANUSIA Vs TUHAN

September 16, 2010

MENGAPA GELISAH DAN GENTAR????

6)Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.

7)ENgkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan ENgkaulah yang membuat-Nya.

Mazmur 74: 16 dan 17

Shallom sahabat RSU!

Renungan kita saat ini bertemakan "Mengapa gelisah dan gentar?"

Tema tersebut dibangun dari baca firman Tuhan hari ini. Terkadang dalam berbagai tantangan hidup, kit sering mengalami keputus-asaan dan juga ketakutan.

Saat kita mendapatkan ancaman, mungkin dari pihak yang ingin melihat kita jatuh atau celaka. Kita mungkin dihantui dengan perasaan gelisah dan bahkan ada kegentaran dalam hati kita untuk menghadapi ancaman tersebut.

Memang tidaklah mudah buat kita menjadi sosok yang tenang. Namun, mari kita lihat ayat di atas. Semua yang ada dan yang kita lihat ini adalah milik Tuhan kita. Milik Sang Terhebat (Yesus Kristus).

Jadi, dalam keadaan apapun yang kita hadapi. Janganlah kegelisahan atau kegentaran yang melanda kita menggeser kebesaran Allah dalam hidup kita.

Mengapakah kita harus gelisah dan takut berlarut-larut bila ternyata seluruh alam dan yang ada didalamnya adalah miliki Tuhan kita?

Paranormal atau dukun melihat nasib seseorang dari bintang2 (horoscop) yang adalah benda yang diciptakan Tuhan. Mereka terkadang mencoba menjatuhkan orang lain dengan benda2 yang diciptakan Tuhan. LALU kenapa kita mesti takut dengan semua itu? Karena Tuhan kitalah yang menciptakan semuanya itu. Dan kuasa kegelapan itu hanya numpang kekuatan saja dari apa yang diciptakan oleh Tuhan kita.

Percayalah, bahwa dalam Tuhan kita selalu ada jalan. Karena Tuhan selalu ada bersama dengan kita.

Semua adalah milik Tuhan. Membutuhkan sesuatu? Datnglah kepada Tuhan. Dalam ancaman/tekanan? Datanglah selalu kepada Tuhan.

Karena itulah jalan yang terbaik dalam hidup kita, amin.

Tuhan Yesus menyertai hidup kita senantiasa.
READ MORE >> MENGAPA GELISAH DAN GENTAR????

September 13, 2010

MENGAMBIL LANGKAH BERDOA = SIAP MENERIMA JAWABAN/KEKUATAN ILAHI

Lukas 22: 42-44 tertulis demikian:

42)"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

43)Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

44)Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Berapa banyak diantara kita sering terombang-ambing dengan kenyataan hidup yang terkadang begitu terasa sangat berat?

Menangis, emosi, sedih, kecewa, tidak sabar dengan jawaban dari Tuhan, membandingkan diri dengan keadaan orang lain yang hidupnya lebih menyenangkan, dan sebagainya.

Stres berkepanjangan dan seolah-olah melihat bahwa Tuhan Yesus sungguh tidak peduli dengan keadaan kita.

Oh..., sungguh sikap atau kesimpulan yang salah dalam hidup kita sebagai manusia. Karena selalu sering mengukur kuasa Tuhan berdasarkan kemauan, logika, hati dan pikiran kita.

Sejajarkah pikiran atau kehendak kita yang sering keliru bila dibandingkan dengan kehendak Tuhan yang penuh misteri namun tidak pernah meleset dari pertolongan yang membuat kita tertawa? Hak utuh apa yang kita gunakan untuk menggugat Tuhan agar bertindak sesuai dengan pikiran kita?

Mari kita belajar dari Tuhan Yesus yang menyelamatkan kita sewaktu Dia masih menjalankan tugas pelayanan di bumi.

Sebelum Yesus menghadapi masa penyiksaan yang begitu berat. Dia sempat mengalami stress yang sangat berat (tingkat tinggi) (ay. 44). Penjelasan "Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah," itu bukanlah keringat yang bercucuran seperti tetesan darah. Namun itu adalah memang darah yang keluar dari tubuh Yesus karena dipicu oleh tekanan stress yang sangat hebat (maaf, data yang menjelaskan mengenai stres yang dialami Yesus tidak bisa saya buktikan disini karena waktu pindah ke Bali lembarannya selip dan tidak saya temukan lagi).Mungkin sahabat RSU bisa search di google.

Taukah bahwa Yesus juga sempat mengalami rasa takut yang mendalam. Kemudian Dia sempat menyampaikan pergumulan-Nya agar Bapa di Surga melalukan siksaan itu dari pada-Nya. TETAPI dengan segera Yesus membenahi doanya dengan kata-kata "... tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Yesus sadar bahwa keinginan-Nya lepas dari tanggungan yang harus Dia tanggung adalah sikap dari kedagingan. Itu sebabnya Dia berkata agar kehendak Allah yang jadi.

Setelah Yesus berdoa penyerahan hidup (... tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi). Pada ayat ke 43 ada keajaiban, bahwa malaikat Tuhan datang memberikan kekuatan kepada Yesus.

Yesus adalah Tuhan. Yesus juga manusia sejati. Dalam kemanusiaan-Nya Dia mau mengandalkan Bapa-Nya dan berserah penuh atas apa yang akan terjadi. Setelah itu Yesus dalam penyerahan hidup-Nya mendapatkan kekuatan ilahi.

BAGAIMANA DENGAN KITA?
ADAKAH KITA MAU SUNGGUH@ BERSERAH KEPADA TUHAN?
ADAKAH KITA PERCAYA PADA KEKUATAN KUASAN_NYA?
atau
APAKAH KITA MAU MENJADIKAN TUHAN SEBAGAI PRIBADI YANG BEKERJA MENGIKUTI KEHENDAK KITA SEHINGGA KITA TIDAK MENDAPATKAN JAWABAN APA-APA?

Yesus adalah contoh terbaik dan terunik buat kita.
MARI, DALAM SEGALA BEBAN HIDUP KITA. KITA MEMBAWA SEMUANYA KEPADA TUHAN YESUS. SUPAYA OLEH KUASA-NYA, KITA DIKUATKAN DAN MENJADI INDAH DALAM TUHAN.


MENGAMBIL LANGKAH BERDOA = SIAP MENERIMA JAWABAN/KEKUATAN ILAHI
READ MORE >> MENGAMBIL LANGKAH BERDOA = SIAP MENERIMA JAWABAN/KEKUATAN ILAHI

free counters